Wednesday, December 4, 2013

  1. 300 / 400 Mhz Processor ( < 5Mbps Traffic)
    RB450, RB750, RB433, RB493
  2. 680 Mhz Processor ( 5 ~ 20 Mbps Traffic)
    RB450G, RB433AH, RB493G
  3. 1Ghz Processor ( 20 ~ 100 Mbps Traffic)
    RB1200, RB1100AH
  4. 1Ghz Dual Core Processor ( > 100 Mbps Traffic)
    RB1100AHx2
  5. Multi Core x86 Processor ( > 1 Gbps Traffic)
    Mikrobits : Aneto, Ainos, Dinara
  6.  Xeon Processor ( > 10 Gbps Traffic)
    Mikrobits : Dinara

Posted on 1:44 PM by my blog

No comments

Setiap Router harus memiliki identitas atau hostname, sangat berguna agar Anda dapat membedakan router yang satu dengan lainnya, jika ternyata Anda memiliki beberapa router dalam jaringan. Secara default identity yang digunakan adalah "Mikrotik". Untuk dapat mengkonfigurasikan identity yang baru, maka perintah yang dapat Anda gunakan adalah sebagai berikut :

Perintahnya : (Menggunakan Terminal)
[admin@RouterJ] > system identity set name=RouterJakarta
[admin@RouterJakarta] > system identity print
  name: RouterJakarta



Menggunakan Winbox :

System - Identity 

Gambar 1. Tampilan Identity

Posted on 1:16 PM by my blog

No comments

Secara default, user yang dapat login ke Router Mikrotik dapat dikelompokkan menjadi 3 kategori akses yaitu :

  1. Full, user yang memiliki akses ini merupakan user dengan perangkat tertinggi, dia dapat melakukan konfigurasi-konfigurasi seperti menghapus konfigurasi, menambahkan konfigurasi sampai dengan menambahkan user baru kedalam sistem Mikrotik.(R/W/F)
  2. Write, user ini memiliki akses konfigurasi seperti pada user yang memiliki akses full, namun user di level ini tidak dapat menambahkan user baru. juga tidak dapat melakukan proses backup konfigurasi
    (W)
  3. Read, user dengan akses ini hanya mampu melakukan monitoring pada sistem, tidak mampu melakukan konfigurasi-konfigurasi seperti pada user dengan level Write maupun Full.(R)

User yang dimaksud disini adalah username yang digunakan untuk mengkonfigurasi Router Mikrotik Anda. 

Perintah-perintahnya
  1. Menambahkan User baru
    nama user : operator
    hak akses : read
    password : 123456
    alamat IP komputer yg bisa mengakses : 192.168.2.2

    [admin@MikroTik] > user add name=operator group=read password=123456 address=192.168.2.2
  2. Melihat List User

    [admin@MikroTik] > user print
    Flags: X - disabled
     #   NAME         GROUP        ADDRESS                                          
     0   ;;; system default user
         admin        full       
     1   teknisi      write        0.0.0.0/32                                       
     2   operator     read         192.168.2.2/24
  3. Menambahkan Password
    [admin@MikroTik] > user set 2 password=555555
     
  4. Meremove atau mendelete user
    user yang didelete adalah user operator yang tadi kita buat.

    [admin@MikroTik] > user print
    Flags: X - disabled
     #   NAME         GROUP        ADDRESS                                          
     0   ;;; system default user
         admin        full       
     1   teknisi      write        0.0.0.0/32                                       
     2   operator     read         192.168.2.2/24
     
    [admin@MikroTik] > user remove 2

Posted on 9:37 AM by my blog

No comments


Gambar 1. Menu Login Mikrotik 


  1. Connect To        : Login ke Router dengan spesifikasi alamat IP, dan nomer port, jika anda telah merubah portnya secara default pada port 80, dapat juga berisi alamat MAC (dapat dilakukan jika anda berada pada subnet yang sama dengan Router).
    masukkan Login dan Password, selanjutnya pilih connect untuk mengakses Router
  2. Save                   : Menyimpan IP, Login serta password pada List (untuk menjalankan yang sudah ada di list, hanya dengan double klik pada item yang dipilih)
  3. Remove              : Untuk menghapus item yang di daftar list
  4. Tools                  : Untuk menghapus semua item pada list dan membersihkan semua cache pada WinBox.
  5. Secure Mode     : Menyediakan keamanan konfigurasi antara winbox dan Router pada protocol Transport Layer Security (TLS).
  6. Keep Password  : Menyimpan password sebagai mode text pada hardisk, hal ini berbahaya karena setiap orang bisa langsung masuk tanpa memasukkan Password.

Posted on 9:09 AM by my blog

No comments