Wednesday, December 4, 2013

Di alam liar, anak-anak dapat belajar banyak hal secara langsung tanpa membuat mereka bosan. Bahkan pelajaran-pelajaran tersebut umumnya tak ditemuinya di sekolah, namun sangat penting di dalam kelangsungan hidupnya kelak. Dan, tak hanya anak-anak saja yang bisa memetik pelajaran, orang tua juga banyak belajar hal-hal penting dalam hidupnya, lewat hal-hal kecil yang mungkin sering dilewatkannya dalam keseharian. Seperti cerita, berikut ini... Suatu hari, seorang ayah mengajak anaknya bermain ke alam liar tak jauh dekat rumahnya.

Dengan membawa bekal secukupnya, mereka berencana bermain di sebuah sungai indah yang airnya sangat jernih. Uniknya, di sana banyak batang-batang dan akar-akar pohon yang menjuntai di atas air. Menjadikannya sebuah tempat yang sangat unik dan menarik. Di bawahnya, berlarian ikan-ikan kecil berwarna-warni. "Ini adalah sebuah pelajaran yang tepat sekaligus hiburan untukmu, anakku," ungkap ayahnya. Si kecil, Dewy-pun berlarian ceria di pinggir sungai itu. "Ayah, mari kita menyusuri sungai ini. Di seberang sana banyak bunga-bunga indah. Aku ingin memetiknya untuk ibu," kata Dewy. Sang ayah mengangguk, "sebentar coba ayah lihat dulu apakah benar pohon ini kuat menahan kita berdua.." sang ayahpun kembali, menyetujui saran Dewy dan mengajaknya menyeberang sungai. "De, coba pegang tangan ayah agar kamu tidak jatuh," "Tidak ayah. Kaulah yang seharusnya memegang tanganku," "Lho, apa bedanya?" "Beda ayah. Jika aku yang memegang tanganmu, bila sesuatu terjadi padaku, maka tanganku bisa terlepas.

Tetapi, bila kau memegang tanganku, aku percaya kau tak akan melepaskan aku sampai kapanpun, tak peduli apapun yang terjadi padaku..." Dan begitulah, setiap anak-anak percaya bahwa setiap orang tuanya akan menjaga dan melindunginya setiap waktu. Menaruh harapan yang besar sekalipun mungkin suatu hal buruk mungkin saja terjadi pada mereka berdua. Tetapi, anak-anak tak pernah peduli akan hal itu.

Selama ada orang tuanya, selama tangannya tetap digenggam, ia tetap akan merasa terlindungi.

Sumber   :
Facebook Bunda Santa Maria Perawan Suci (https://www.facebook.com/BMSPS)

Posted on 12:12 AM by my blog

No comments

Tuesday, December 3, 2013

MENGAPA GEREJA KATOLIK MEMILIKI MASA ADVEN?

Mengapa kita orang Katolik mempunyai Masa Adven, sedangkan saudara-saudari Protestan tidak? Mengapa secara liturgis dibedakan antara persiapan Adven dari Minggu I sampai tanggal 16 Desember dan mulai tanggal 17 Desember sampai 24 Desember? Apa alasan di balik pemisahan itu? Mengapa bacaan pertama selalu diambil dari Kitab Nabi Yesaya, padahal ada banyak nabi lainnya? Mohon penjelasan.

Attilano Nissim, Jakarta

Pertama, sejak abad-abad pertama sejarah Gereja, bisa dibuktikan bahwa selalu ada masa persiapan untuk menyongsong perayaan kelahiran Yesus di Betlehem. Persiapan itu dilakukan baik dalam perayaan-perayaan liturgis maupun dalam hidup rohani pribadi. Persiapan perayaan itu diarahkan kepada dua tujuan, yaitu persiapan untuk menyongsong pesta Natal tanggal 25 Desember dan perwujudan masa penantian kedatangan Yesus Kristus yang kedua sebagai Hakim Akhir Zaman. Dua arti Masa Adven ini diketahui dari catatan-catatan historis abad IV. Dua arti inilah yang juga dipertahankan oleh Konsili Vatikan II dalam pembaruan liturgi. Sangat mungkin Gereja-gereja Protestan tidak memiliki Masa Adven karena mereka kurang memperhatikan latar belakang sejarah dan ingin tampil berbeda dari Gereja induknya, yaitu Gereja Katolik.

Kedua, Masa Adven terdiri atas empat minggu dengan tema utama ”penantian”. Dua arti Adven di atas itulah yang melatarbelakangi pembedaan perayaan liturgis. Liturgi dari Minggu pertama sampai dengan tanggal 16 Desember lebih diarahkan kepada penantian eskatologis, yaitu kedatangan Yesus Kristus yang kedua, yaitu sebagai Hakim Akhir Zaman. Bacaan-bacaan liturgis diarahkan kepada tema ini. Sedangkan liturgi dari tanggal 17 Desember sampai dengan 24 Desember, baik dalam Perayaan Ekaristi maupun dalam Ibadat Harian, semua rumusan diarahkan secara lebih jelas kepada persiapan menyambut perayaan kelahiran Yesus di Betlehem. Bisa dikatakan bahwa bagian kedua ini adalah persiapan intensif jangka pendek untuk merayakan pesta kelahiran Tuhan.

Dua arti Adven di atas menunjukkan bahwa Masa Adven merangkum keseluruhan kekayaan teologis misteri kedatangan Tuhan di dalam sejarah sampai pada pemenuhannya. Kita bisa membedakan dua dimensi kehidupan para pengikut Kristus, yaitu dimensi eskatologis dan dimensi historis-sakramental.

Ketiga, dimensi eskatologis Masa Adven menunjukkan bahwa keselamatan yang telah kita terima dari Allah akan dibawa ke kesempurnaan pada akhir zaman (1 Ptr 1:5). Seluruh hidup manusia adalah wadah pelaksanaan janji-janji Allah yang akan terpenuhi pada ”hari Tuhan” (1 Kor 1:8; 5:5). Dimensi eskatologis ini mengingatkan kita akan tugas misioner Gereja untuk mewujudkan keselamatan itu sepenuhnya sampai kedatangan Kristus sekali lagi sebagai Hakim dan Penyelamat. Dimensi historis-sakramental Masa Adven merujuk pada Yesus sebagai perwujudan konkret keselamatan yang dinantikan. Tuhan yang dinantikan adalah Tuhan yang telah datang sepenuhnya dalam diri Yesus dari Nazaret. Hal ini menunjukkan betapa konkretnya penyelamatan manusia. Penyelamatan ini menyangkut manusia dalam keseluruhan dirinya dan juga seluruh umat manusia. Kristus sungguh datang dalam daging kita dan Kristus inilah yang akan menampakkan diri-Nya pada akhir zaman (Kis 1:11).

Keempat, kurang tepat kalau dikatakan bahwa bacaan pertama selalu diambil dari Kitab Nabi Yesaya. Yang benar ialah bahwa sebagian besar bacaan pertama dari periode pertama dan khususnya selama sepuluh hari pada awal Masa Adven, diambil dari Kitab Nabi Yesaya. Alasannya ialah karena Kitab Nabi Yesaya secara kuat menampilkan pengharapan besar akan kedatangan Mesias. Kitab Nabi Yesaya sungguh meneguhkan hati dan memberikan penghiburan bagi bangsa terpilih selama berabad-abad ketika mereka berjuang untuk tetap setia menantikan janji Allah. Pada sepuluh hari pada awal Masa Adven ini, bacaan pertama dari Yesaya menentukan tema Injil yang diambil. Ini adalah kebalikan dari praktik biasanya, yaitu bahwa bacaan Injil-lah yang dijadikan rujukan untuk menentukan bacaan pertama. Dengan mengambil bacaan dari Kitab Nabi Yesaya, Gereja membentuk kesatuan warta pengharapan abadi bagi manusia dari segala zaman.





 

Sumber    :
Pastor Dr Petrus Maria Handoko CM - HidupKatolik.com
--Deo Gratias--

Posted on 11:27 PM by my blog

No comments

Tuesday, November 26, 2013

Pada saat membeli sebuah Router Mikrotik, maka router tersebut sebenarnya sudah memiliki Sistem Operasi Mikrotik RouterOS dengan Konfigurasi Default. Konfigurasi default ini sudah dapat diimplementasikan ke dalam jaringan. Konfigurasi tersebut memungkinkan beberapa komputer user mengakses internet melalui RouterBoard. IP address defaultnya adalah 192.168.88.1/24 ( Pada Ethernet 2), username : admin (password dikosongkan). Untuk loginnya bisa menggunakan web browser atau winbox

Gambar 1. Login menggunakan Web Browser

 Gambar 2. Login menggunakan WinBox

Jika RouterBoard anda bukan merupakan router baru sebaiknya melakukan prosedur reset, untuk mengembalikan pengaturan atau konfigurasi ke defaultnya.


Posted on 10:21 AM by my blog

No comments

Gambar 1. Router RB751U-2HnD

  1. Pastikan semua kabel UTP tidak ada yang tersambung ke Port Etherner
  2. Lepas Kabel Power Adaptor (Router dalam kondisi off)
  3. Ambil pengungkit kecil untuk menekan tombol reset (bisa juga menggunakan korek api kayu)
  4. Sambil menekan tombol reset tersebut, colokkan kembali kabel power dari adaptor, sehingga Router kembali ON (menyala) sambil tombol reset tetap ditekan (jangan dilepas).
    catt : jika tombol reset terlepas prosedur ini harus dilakukan dari awal
  5. Sambil menekan tombol reset tersebut, Lampu LED ACT akan berkedip-kedip, tetap pertahankan menekan tombol tersebut sampai LED ACT padam
  6. Setelah LED ACT padam, tetap tekan tombol reset tersebut,jangan dilepas.Lampu LED indikator dari port ethernet akan menyala sebentar kemudian padam, Untuk menunggu semua LED indikator dari port ethernet menyala dibutuhkan waktu kira-kira 20 sampai 40 detik.
  7. Setelah semua LED indikator pada port ethernet menyala kemudian padam, lepaskanlah kabel power Adaptor sehingga Router Mikrotik off kembali.
  8. Colokkan kembali kabel power Adaptor untuk menghidupkan Router.
  9. Router sudah dapat digunakan kembali dengan konfigurasi default.

Posted on 9:33 AM by my blog

No comments